Benarkah Smart Leader Harus Menguasai Semua Jawaban?

68 copy

Vanaya.co.id. Memasuki bulan Februari tahun ini kepemimpian masih jadi isu penting. Dean Simonton, psikolog di University of Californiam Davis, dan dua koleganya yang dituangkan di dalam Journal of Applied Psychology baru-baru ini mengungkapkan tentang para pemimpin yang cerdas (smart leader).

Para peneliti menyebut kecerdasan sangat relatif bisa saja lebih tinggi atau rendah di berbagai bidang. Hal ini sangat tergantung pada bagaimana pengaplikasian kemampuan teknik dan sosial dalam budaya kerja tertentu. Jadi bagaimana perusahaan melakukan itu?

  • ‌Tentukan dan sosialisasikan nilai dan prinsip panduan Anda.
  • ‌Ciptakan Culture. Pekerjakan orang yang tepat, terutama yang sesuai dengan budaya Anda.
  • ‌Jaga karyawan, dan mereka akan mengurus pelanggan. Percaya, memotivasi, menghargai, dan menghormatinya.
  • ‌Biarkan karyawan mengetahui bagaimana pekerjaan mereka penting dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis.
  • ‌Terbuka terhadap gagasan dan saran dari karyawan.
  • ‌Dengarkan karyawan, pelajari dari apa yang Anda dengar, dan lakukan sesuatu dengan umpan balik. Mereka ingin bisnis berhasil sebanyak yang Anda lakukan.
  • ‌Tunjukkan pada mereka bahwa Anda peduli dengan menggunakan nilai-nilai untuk melakukan perbaikan.
  • ‌Kembangkan karyawan Anda dengan Coach, dan Coaching, dan mengembangkannya dan memastikan mereka berada di jalan menuju kesuksesan karir.
  • ‌Ciptakan tempat kerja di mana kebijakan dan proses tidak menghalangi kemampuan seorang karyawan untuk melakukan pekerjaannya – dan lakukan dengan baik.
  • ‌Hidupkan kepemimpinan pelayan (Servant leadership).
  • ‌Pemimpin berkomunikasi, dan bersikap terbuka dan transparan. Kembangkan budaya transparansi.

Smart leader tidak selalu harus memberi jawaban atas beragam tantangan. Ada satu kunci yang paling mendasar yaitu menggali penemuan (discovery) dalam tim. Untuk mencapai ini dibutuhkan Coaching sebagai alat yang powerful. Coaching adalah suatu proses untuk membantu tim menemukan apa yang perlu tahu, dan kemudian cara bertindak berdasarkan pengetahuan itu.

Baca juga 

Dengan proses discovery maka tim bergerak lebih efektif. Penulis utama penelitian tadi, John Antonakis, menyarankan para pemimpin menggunakan kecerdasan mereka untuk menghasilkan kalimat yang menarik untuk membujuk dan mengilhami orang lain. Karena itu tidak lain adalah dengan Coaching yang mendorong dengan pertanyaan untuk memunculkan penemuan yang paling efektif.

Vanaya LogoWe are a coaching firm, the only one that integrate coaching with business, entrepreneurship, wealth, and leadership.  Vanaya Coaching Institute develop research-based coaching innovation that empower corporation, business owners, organization leaders, and personal investors with Ericksonian Coaching approach.www.vanaya.co.id