Membangun Lingkungan Kerja yang Kondusif

58 copy

Vanaya.co.id. Ada tantangan yang selalu dihadapi pemimpin setiap organisasi saat ini. Dalam banyak kasus, kita menyoroti tantangan keuangan, teknis, data, masalah pemasaran, dan lain-lain. Sebagai pemimpin ada tuntutan untuk mendorong dan mengilhami orang untuk benar-benar peduli terhadap organisasi. Kekuatan leaders sangat berperan.

Kolaborasi, kreativitas, transparansi, inovasi dan produktivitas merupakan lima tantangan utama yang dihadapi perusahaan global selama lima tahun ke depan, menurut data yang didasarkan pada lebih dari lima juta karyawan di seluruh dunia oleh konsultan manajemen global Hay Group. Penelitian Hay Group setidaknya menemukan bahwa 80% organisasi dalam skala global menempatkan kerja tim sebagai kekuatan mereka.

Namun, Hay Group juga menunjukkan bahwa hampir setengah dari jumlah karyawan (44%) mengatakan bahwa tim mereka tidak didukung oleh rekan-rekan kerjanya, sebesar 40% tidak percaya ada budaya kooperasi dalam organisasi mereka dan lebih dari sepertiga (35%) merasa bahwa kerja sama dan berbagi gagasan dan sumber daya tidak mudah diaplikasikan pada dunia kerja.

Melalui perbaikan sistem dan habitus organisasi, perusahaan dapat menciptakan kerangka kerja dan manajemen kinerja yang jelas, meningkatkan efektivitas dalam produksi, dan berguna bagi karyawan perusahan melakukan promosi. Hal ini akan berdampak pada persaingan yang kuat di dalam perusahaan dan mendorong karyawan untuk semakin bebas dalam mengemukakan idenya untuk membangun perusahaan.

Melihat tantangan yang dihadapi pemimpin perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, efektif, dan produktif, pemimpin tentu butuh pihak lain untuk membantu tugasnya. Pengambilan keputusan tersebut hanyalah satu keterampilan yang bisa diajarkan coach kepada pimpinan eksekutif. Lalu, apa yang dimaksud dengan pembinaan untuk pemimpin eksekutif (executive leadership coaching)?

Coach akan berperan sebagai pendamping, orang kepercayaan, dan penantang bagi mereka yang membawa beban kepemimpinan tingkat eksekutif. Selain eksekutif yang memanfaatkan pelatih kepemimpinan, semua karyawan dapat memperoleh manfaat dari pengembangan keterampilan, perilaku, dan memulai perjalanan menuju menjadi pelaku bisnis yang lebih baik.

Ini adalah beberapa hal yang didapat apabila mengikuti coaching yaitu belajar menjadi pemimpin yang efektif, dapat membentuk lingkungan yang kompetitif dalam industri yang dijalani, improvisasi kepercayaan diri serta terampil dalam meningkatkan efektivitas sumber daya manusia, belajar mempercayai tim kerja, mengembangkan diri untuk produktif dimana saja (rumah maupun tempat kerja), dan mendorong karyawan untuk berdedikasi dalam bekerja.

Lalu, hal apa yang paling penting bagi pemimpin untuk membutuhkan coach? Tingkat keberhasilan para eksekutif saat ini jelas sangat berbeda dari satu generasi yang lalu. Dalam dua dekade terakhir, 30% CEO Fortune 500 telah bertahan kurang dari 3 tahun. Para CEO bertahan 7,6 tahun dengan rata-rata global turun dari 9,5 tahun di tahun 1995.

Menurut Chief executive sekarang bertahan 7,6 tahun dengan rata-rata global turun dari 9,5 tahun di tahun 1995. Menurut Harvard Business Review, 2 dari 5 CEO baru  belum mencapai target optimal. Sydney Finkelstein, penulis buku Why Smart Executives, meneliti gejala ini selama periode enam tahun. Dia menyimpulkan bahwa salah satu yang menghambat adalah dominasi yang berlebihan.

Baca juga 

Oleh sebab itu, pemimpin membutuhkan Coach untuk mendampingi dalam memperbaiki kinerjanya dalam perusahaan. Coach akan membantu pemimpin perusahaan untuk cerdas secara psikologis dan efektif dalam produksi, yaitu berhasil dalam lingkungan kerja. Majalah Fortune dalam sebuah studi baru-baru ini menyebutkan Coaching saja meningkatkan keterampilan kepemimpinan sebesar 22%. Bila dikombinasikan dengan Executive Coaching, kenaikannya meningkat menjadi 77%.

Di tengah tantangan tersebut dibutuhkan sebuah proses pengembangan pemimpin eksperiensial dan individual yang dapat membangun kemampuan pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi.  Bagaimana dengan Anda? Sebagai pemimpin ada tuntutan untuk mendorong dan mengilhami orang untuk benar-benar peduli terhadap organisasi. Kekuatan Anda sebagai leader untuk mendorong tim semakin berperan.

Vanaya LogoWe are a coaching firm, the only one that integrate coaching with business, entrepreneurship, wealth, and leadership.  Vanaya Coaching Institute develop research-based coaching innovation that empower corporation, business owners, organization leaders, and personal investors with Ericksonian Coaching approach.www.vanaya.co.id