Pengembangan Kepemimpinan dan SDM di 2018 Tetap Prioritas

57 copy

Vanaya.co.id. Tahun telah berganti dengan berbagai capaian terhadap perubahan. Walaupun tahun 2017 telah berakhir, suasana disruptif masih akan ada di tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya. Digitalisasi semua sektor menuntut SDM ikut menyesuakan diri. Oleh karena itu dibutuhkan metode pengembangan kepemimpinan dan SDM yang tepat.

Tahun 2017 berdasarkan riset QBE Indonesia, perusahaan menyatakan keterbukaanya terhadap “gangguan” ini. Hampir separuh dari perusahaan (46%) menilai bahwa tantangan berasal dari adaptasi atas kemajuan dan inovasi teknologi. Sepertiga dari perusahaan (29%) meyakini bahwa tantangan dan investasi tersebut akan membawakan dampak yang besar.

Ada beberapa tantangan serupa yang muncul di berbagai industri selain terkait perluasan bisnis ialah terkait dengan perundangan baru yang sering membuat bisnis harus menyesuaikan (39%). Berdasarkan riset terebut ekspansi bisnis (37%) juga menjadi perhatian  yang ambisius untuk banyak perusahaan di kategori ini.

“Revolusi digital” membentuk pendekatan baru terhadap SDM. Terutama sumber daya yang memiliki keahlian khusus mendalam, namun memiliki pemahaman yang luas dan kemampuan menyelesaikan masalah terhadap berbagai isu. Keahlian yang semakin ‘hybrid’ dan kemampuan berhadapan dengan kompleksitas.

Baca juga

Gambaran tahun lalu menekankan organisasi berlomba untuk menerapkan teknologi terbaru. Kita pasti ingat  bahwa elemen paling penting untuk transformasi digital adalah SDM. Inilah langkah di 2018. Kita akan mengingat faktor people di dalamnya. Bahkan menempatkannya sejajar.

Sebuah organisasi  mengalami transformasi digital jika diikuti dengan kultural yang ikut berubah. Karena itu “cara-cara tradisional” akan bergeser dengan metode yang baru. Artinya karakteristik pengembangan SDM juga sejalan dengan karakteristik digitalisasi SDM di semua lapisan, baik itu  para pemimpin hingga tim di lini depan.

Coaching salah satu metode yang tepat untuk menghadapi kompleksitas ini. Melalui coaching, kesadaran diri anggota tim atas  tantangan kinerja maupun keterampilan managerial akan berkembang. Dengan Coaching, tim akan memiliki kepercayaan diri untuk menyelesaikan tantangan yang serba cepat.

Digitalisasi semua sektor menuntut SDM ikut menyesuakan diri. Coaching adalah pendekatan yang lebih kolaboratif disamping mengembangkan alat atau teknologi baru. Coaching sangat dibutuhkan terhadap berbagai dinamika tantangan 2018 sekalipun digitalisasi tidak terbendung.

Suasana disruptif masih akan ada di tahun yang baru, dengan Coaching, pasti kita lebih siap menghadapinya.

Vanaya LogoWe are a coaching firm, the only one that integrate coaching with business, entrepreneurship, wealth, and leadership.  Vanaya Coaching Institute develop research-based coaching innovation that empower corporation, business owners, organization leaders, and personal investors with Ericksonian Coaching approach.www.vanaya.co.id