Tidak Semata “Uang” : Berikut 9 Dimensi Penghargaan yang Penting

54 copy

Vanaya.co.id. Siapa yang tidak ingin dihargai?  Tentu jawabannya adalah hampir semua orang ingin dihargai. Kita sering mendengar bahwa penghargaan bisa mendorong laju organisasi. Lalu bagaimana sejatinya praktek  penghargaan di perusahaan atau di organisasi? Selama ini penghargaan cenderung dianggap hanya sebatas berbentuk materiil seperti kenaikan gaji, bonus, dan lain-lain.

Sangat penting bagi  para pemimpin untuk mengenal orang-orang mereka dan memahami preferensi an membantu mereka merasa sangat dihargai. Banyak penelitian menyebutkan, karyawan yang mendapatkan pengakuan atas pekerjaan mereka lakukan ternyata lebih bisa mencurahkan tenaganya.

Bagi karyawan ini bisa meningkatkan mentalitas “mampu berkarya” dan tumbuh dari keyakinan akan kampuannya untuk berkarya pada pekerjaannya (self-efficacy). Banyak sekali konsep tentang pengharagan, namun jika kita melihat Menurut Reena (2008:4) terdapat sembilan dimensi-dimensi penghargaan menurut de Beer yang dirangkum dari teori Herzberg yakni

a. Isi pekerjaan, yaitu mengungkapkan perasaan mengenai jenis pekerjaan yang
karyawan kerjakan
b. Pembayaran (gaji atau upah), yaitu kepuasan karyawan terhadap gaji mereka.
c. Promosi, yaitu kesempatan yang diberikan organisasi untuk naik ke tingkat jabatan
d. Pengakuan, yaitu rasa pengakuan yang diterima karyawna serta umpan balik yang
karyawan terima
e. Kondisi kerja, merupakan gabungan kelima faktor diatas serta kesempatan
bersaing dan relasi interpersonal.
f. Keuntungan merupakan persepsi karyawan akan jaminan uang pensiun yang akan
ia peroleh, jaminan kesehatan, dan tunjangan serta kepuasan hidup di hari tua.
g. Personal, yaitu perasaan pribadi karyawan terhadap pekerjaan
h. Pemimpin atau supervisor adalah tingkat kepuasan terhadap manajer.
i. Umum, yaitu pemberian kesempatan atau alternatif dalam berkarir, serta tingkat
kepuasannya terhadap organisasi.

Menariknya dari 9 dimensi tersebut 6 diantaranya sama sekali tidak menyangkut soal aspek “uang”.  Beberapa diantaranya seperti peran kepemimpinan, suasana organisasi, perasaan karyawan dan seterusnya.  Jadi mungkin banyak kasus sekalipun upah naik , bonus bertambah, namun jika mengesampingkan dimensi lainnya maka tidak akan optimal.

Penghargaaan bisa dilakukan kapanpun dengan berbagai bentuk. Contoh sederhana adalah dengan membangu ikatan percakapan antara pemimpin dan tim. Percakapan atau obrolan antara pimpinan dengan anggota tim sangat penting baik formal maupun informal dan bisa dilakukan kapan saja dimana saja.

Baca juga

Oleh karena itu salah satu yang paling penting penting adalah dengan Coaching. Coaching sebagai bentuk kemitraan bersama Coachee untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya. Coaching dengan proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.

Jika  mengacu data Internasional Coach Federation (ICF), coaching  bisa meningkatkan performa kerja hingga 70%, meningkatkan manajemen bisnis 61%, meningkatkan manajamen waktu 57% dan meningkatkan efektivitas tim hingga 51%. Bersin by Delloitte yang juga menyatakan bahwa coaching terbukti meningkatkan higher business results hingga 21%, stronger business results naik mencapai 13%, dan stronger employee results mencapai 39%.

Jika kita memandang karyawan dari produktivitas  (hasil) ternyata kita baru satu sisi melihatnya yakni sebagai objek profitabilitas. Dengan membangun sikap penghargaan  karyawan maka kita melihatnya sebagai subjek yang bisa yang terus berkembang bahkan memiliki skill yang sesuai kebutuhan zaman.

Vanaya LogoWe are a coaching firm, the only one that integrate coaching with business, entrepreneurship, wealth, and leadership.  Vanaya Coaching Institute develop research-based coaching innovation that empower corporation, business owners, organization leaders, and personal investors with Ericksonian Coaching approach.www.vanaya.co.id