Menelisik Peran Neuroleadership Bagi Organisasi

Vanaya.co.id – Selama ini kita berpikir bahwa kita adalah manusia rasional dan logis sejati. Pada prakteknya emosi telah mengendalikan kita lebih cepat dibanding proses berpikir rasional. Namun ini bukan sebuah ancaman atau kabar buruk. Inilah peluang kita untuk memakai emosi guna memajukan roda organiasi.

Emosi adalah dasar dari dorongan, motivasi dan perilaku tim. Saat kita merasakan emosi positif seperti sukacita atau kepercayaan kita merangsang produksi hormon seperti oksitosin dan dopamin. Ini memicu sistem penghargaan di otak kita dan memberi kita energi positif.

Sebaliknya, bila kita mengalami emosi negatif seperti rasa takut atau marah kita merangsang produksi hormon seperti kortisol (hormon stres). Ini memicu sistem bertahan hidup di otak kita dan menghasilkan energi negatif.

Banjir kortisol benar-benar menghalangi jalur saraf ke korteks pre frontal. Padahal bagian otak ini dipakai untuk merencanakan, memprioritaskan, merasionalisasi, menilai, berempati dan banyak lagi. Tanpa akses ke bagian otak ini, kita benar-benar tidak dapat berfungsi secara kognitif.

Kita tahu bahwa kita semua benar-benar unik. Tidak ada satu otak di seluruh dunia yang sama persis dengan yang lain. Otak kita “dibentuk” oleh pengalaman hidup pribadi kita, makna atas pengalaman dan kenangan yang telah kita dapatkan sepanjang hidup.

Otak kita adalah hasil dari setiap interaksi pribadi yang pernah kita alami dalam kehidupan kita mulai dari hubungan dengan keluarga, guru, teman, rekan kerja, mitra, anak-anak dan lain-lain. Perilaku seluruh orang dalam hidup telah secara sadar atau tidak sadar memberi menghasilkan nilai-nilai yang ada di dalam diri kita.

Kabar baiknya adalah bahwa dari setiap interaksi itulah struktur otak secara harfiah beradaptasi terus menerus. Otak kita tidak mandek seperti anggapan banyak orang, bahwa otak hanya berkembang sampai usia remaja. Tentu saja kita dapat tumbuh belajar dan beradaptasi sepanjang hidup kita.

Baca juga

Jadi apa artinya bagi para pemimpin bisnis? Artinya setiap orang bisa berubah jika ada tekad dan siap meluangkan waktu dan usaha. Dengan demikian kepemimpinan yang hebat adalah yang mampu mengoptimalkan potensi unik otak masing-masing anggota tim.

Inilah neuroleadership. Neuroledaership adalah navigator atas kompleksitas otak manusia agar tercipta lingkungan kerja yang positif. Neuroleadership mengajak semua orang lebih terlibat dengan tingkat motivasi yang tinggi. Pada akhirnya performa organisasi yang luar biasa.

Leave a Comment