8 Catatan Ketika “Dilan -Da Kasmaran” Tentang Coaching

WhatsApp Image 2018-02-14 at 08.30.23

Vanaya.co.id. Ada yang unik dari film Dilan 1990 yang saat ini tengah tren. Secara tidak sadar film ini berhasil mengakrabkan dua generasi  X dan Y sekaligus. Anak zaman now dan zaman old menikmati bersama romantisme di bioskop. Padahal di dunia kerja atau keseharian, dua angkatan ini disebut-sebut memiliki banyak “jarak”.

Mulai dari cara dan gaya penyampaian, pemanfaatan teknologi, cara menyelesaikan tantangan dan masih banyak lainnya.  Namun ternyata ada yang paling efektif menjembatani, yakni dengan interaksi kolaboratif. Interaksi yang disebut adalah melalui Coaching. Jika melihat ulasan Victor Lipman kontributor untuk Forbes mengulas ada 30% gap antar generasi.

Gaya Coaching bisa mempertemukan dibandingkan komunikasi otoritatif top-down yang lebih tradisional. Di sinilah titik temu kekompakan generasi-generasi yang berbeda. Selain solusi nonton film bareng di bioskop tentunya. Para Coach lulusan Coaching Certification, The Art And Science Of Coaching (TASC), Vanaya Institute, sudah membuktikan ekfetifitas Coaching.

Alumni Coach yang tergabung dalam komunitas Coachnesia inilah “Dilan”. Maksudnya “Dilanda Kasmaran” akan metode Coaching. Mereka  menulis beberapa inspirasi tentang Coaching yang bukunya juga diminati. Catatan kisah mereka diambil dari buku 33 Inspirasi Coaching untuk Indonesia. Bahkan, bukan semata di tempat kerja namun juga pada semua aspek kehidupan.

Berikut ini 8 catatan menarik tentang Coaching:

  1. Coaching membuat keyakinan bukan hanya berhenti di level conscious, namun juga di level unconscious. (Halaman 14)
  2. Jika kita bisa menggunakan coaching pada karyawan atau bawahan, maka pekerjaan kita menjadi lebih ringan. (Halaman 28)
  3. Coaching  tidak membicarakan problem atau masalah, sebaliknya membuat kita fokus ke solusi. (Halaman 34)
  4. Dalam sesi-sesi coaching setiap orang mendapat kesempatan untuk mendengar secara langsung mengenai visi, nilai-nilai, keinginan, dan kebutuhan pasangannya. (Halaman 110)
  5. Dalam kehidupan sehari-hari baik dalam dunia profesi, pendidikan dan entrepreneurship, Coaching bermakna transfromasi idealitas, harmoni, keseimbangan dan kebahagiaan. (Halaman 138)
  6. Inilah uniknya coaching, bermain di level struktur, tidak di content/isi, dan pada saat yang sama menjadi motor penggerak perubahan setiap orang (Halaman 190)
  7. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mengamalkan kemampuan coaching untuk membantu orang yang berada di persimpangan jalan, tidak melihat harapan hidup lagi (Halaman 151)
  8. Saat itulah saya menjadi paham betapa dahsyatnya kekuatan sebuah pertanyaan. Satu pertanyaan coaching mampu mengubah hidup seseorang.  (Halaman 170)

Coaching akan mengatasi jarak antar generasi dan menjawab melalui pertanyaan yang bermanfaat untuk semua aspek kehidupan lintas tantangan. Sederhana, gak berat bukan? Ah, Milea pasti mengerti.  Mau ikut “kasmaran”?

Vanaya LogoWe are a coaching firm, the only one that integrate coaching with business, entrepreneurship, wealth, and leadership.  Vanaya Coaching Institute develop research-based coaching innovation that empower corporation, business owners, organization leaders, and personal investors with Ericksonian Coaching approach.www.vanaya.co.id