Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 : Gerakan Coaching Pertama Hadapi “Global Disruptive”

vanaya

Vanaya.co.id. Saat ini, salah satu tantangan yang harus dihadapi berbagai  organisasi adalah VUCA. VUCA yang merupakan singkatan dari  Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity merupakan gambaran situasi di dunia organiasi, korporasi, bisnis era  kini.

Volatily adalah dinamika perubahan yang sangat cepat,  Uncertainly diartikan sebagai kurangnya prediktabilitas terhadap isu dan peristiwa yang terjadi, Complexity yaitu  adanya gangguan (disruptive) dan kekacauan yang mengelilingi  setiap organisasi.

Sedangkan Ambiguity didefinisikan sebagai beban berat realitas dan makna yang berbaur dari berbagai kondisi yang ada. Banyak organisasi yang berjuang untuk tetap bertahan dan selaras dalam sifat VUCA tersebut.

VUCA berpengaruh dalam beberbagai sektor terutama dunia bisnis VUCA dapat digambarkan sebagai perubahan dunia organisasi yang amat cepat karena pengaruh politik, ekonomi,  sosial, teknologi, ekologi dan lingkungan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa saat ini ada pengalaman  yang dirasakan para pemimpin perusahaan yang terlibat  langsung dalam turbulensi dan ketidakpastian yang bermula  dari krisis ekonomi dunia adalah perubahan yang terjadi sangat dramatis, lebih cepat, dan unpredictable.

Hal ini sangat berbeda dengan pengalaman yang mereka rasakan  sebelum-sebelumnya dalam memimpin perusahaan. Leaders kini  merasa bahwa proses bisnis, perencanaan rutin, dan sistem  yang ada dalam organisasi kehilangan kredibilitasnya dalam  memenuhi tuntutan produk dan jasa yang berubah secara  dramatis.

Para leaders merasakan kecemasan yang tinggi pada perusahaan  yang dipimpinnya akibat perubahan cepat yang tidak  terprediksi dan krisis yang terjadi. Pada situasi seperti  ini, terdapat berbagai menantang.

Bagaimana memahami apa yang sedang terjadi di pasar?  Bagaimana dunia bisnis berubah dan akan seperti apa ke depannya? Apa dampaknya bagi bisnis yang dilakukan? Risiko  dan peluang apa yang ada? Apa yang seharusnya dilakukan untuk merespon situasi perubahan ini?

Guna menjawab tantangan inilah, para Coach leaders yang  tergabung dalam komunitas coach menggelar gerakan sosial bernama Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 yang  berorientasi pada perubahan menjadi lebih baik lewat coaching.

Gerakan ini diinisasi oleh Vanaya Coaching Institute selaku  perwakilan institusi global Erickson Coaching International.  Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 melibatkan komunitas  Coachnesia yang di dalamnya adalah para coach lulusan alumni  Vanaya Coaching Institute.

Melalui Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017, para coach yang sudah teruji menghadapi tantangan di berbagai bidang ini mengarahkan bahwa coaching adalah jawaban untuk menghadapi tantangan termasuk disruptive global.

Gerakan ini Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 adalah  tindak lanjut dari keberhasilan gerakan kepemimpinan global  “World Game Coaching Confrence”, Bali 2016 yang diikuti 250  peserta dari 10 negara di dunia. Indonesia Coaching Movement  (ICM) 2017 mengambil peluang kepercayaan dunia bahwa Indonesia bisa menjadi pelopor gerakan positif.

Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 mengusung tema  “IndONEsia Unites! – Embracing Diversity in Disruptive Age” Acara ini akan dibawakan oleh narasumber yang sangat  berkompeten dalam hal Sumber Daya Manusia, Isu Keberagaman,  dan Coaching tentunya.

Mereka diantaranya adalah :

  1. Lyra Puspa (President & Master Coach Vanaya Coaching
    Institute)
  2. Josef Bataona (HR. Director PT. Indofood Sukses Makmur,
    Tbk)
  3. Herdy Harman (Director of Human Capital Management PT.
    Telkom, Tbk)
  4. Peter Stefanyi (Erickson Coaching International –
    Slovakia)
  5. Hemant Bakshi (President Director PT. Unilever Indonesia,
    Tbk.

Acara ini akan berlangsung pada 3 Mei 2017 di Ballroom B,  Hotel JS. Luwansa, Kuningan – Jakarta.

Indonesia Coaching Movement (ICM) 2017 bertujuan untuk  mengajak, menghimpun dan bersama-sama 300 ++ peserta pengambil keputusan nasional dan eksekutif dari perusahaan besar, perusahaan milik negara, industri, dan perusahaan sosial.

Falsafah nusantara berpesan agar kita memiliki Tata-Titi-Tutu dengan tujuan kita berhasil melalui beragam tantangan. Tata (perencanaan dan pelaksanan yang sesuai), Titi (tegas, teguh  pendirian, komitmen), dan Tutu (proses pejuangan, latihan, penggemblengan).

Mari bersama-sama menghadapi “global disruptive” yang melalui gerakan-gerakan yang inspiratif, konkrit, dan mampu memberikan dampak nyata di berbagai bidang.

www.vanaya.co.id