Kolaborasi Kecerdasan Kunci Capai Cita-cita Kebangkitan Nasional

WhatsApp Image 2017-05-21 at 08.17.49 (1)
Lyra Puspa, Ketua Asosiasi Sinergi Terapan Neurosains Indonesia (Sintesa) yang juga Presiden Vanaya Coaching Institute menyampaikan sambutan di perayaan Hari Kebangkitan Nasional bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Vanaya.co.id. Melakukan kolaborasi kecerdasan diri adalah kunci untuk mencapai cita-cita kebangkitan nasional. Sikap ini diperlukan karena maraknya fenomena saling hujat satu dengan yang lain tanpa henti di dunia maya. Tanpa kolaborasi kecerdasan maka bangsa kita terancam terpecah belah.

Hal ini disampaikan Lyra Puspa, pakar neurosains terapan bisnis & organisasi yang juga Ketua Asosiasi Sinergi Terapan Neurosains Indonesia (Sintesa) dalam sambutannya di acara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) RI ke 109 bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, Minggu (21/05) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Lyra mengatakan, riset yang ia temukan dalam praktek pengembangan organisasi selama bertahun-tahun, bahwa kekuatan bangsa kita ternyata bukan pada kecanggihan namun pada kreativitas. Kreativitas muncul dari keseimbangan dalam membangun kecerdasan.

Selama ini tolak ukur kecerdasan terstigma hanya menyangkut IQ saja. Padahal manusia perlu memiliki kecerdasan empati (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). “Kalau hanya satu akan timpang. Kita bisa menyadari kekuatan sejati bangsa kita,” tambah Lyra yang juga Presiden Vanaya Coaching Institute ini.

Makna kolaborasi juga berarti menyadari akan kemajemukan bangsa kita. Jika  persatuan dan kesatuan baik maka bangsa kita akan semakin kuat. “Oleh karena itu sekiranya kita perlu menahan diri dalam menggunakan teknologi. Teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi bisa bermanfaat, di sisi lain bisa untuk membunuh, ” imbuh  Sekjen Asosiasi Tech Startup Indonesia (Atsindo) ini.

Acara yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD)  ini mendapat respon meriah. Selain Lyra Puspa, sejumlah pegiat teknologi, sosial media hingga StartUp nasional hadir dan menyampaikan gagasan-gagasannya diatas panggung kepada publik. Para tokoh penggiat tersebut diantaranya Alamanda Shantika, Miftah Sabri dari Selasar, Silvia Sumarlin, Arief Widhiyasa dari agate games, Sunil Tolani dari IDAff dan Rhein Mahatma dari buattokoonline.id.

Lyra dan Rudiantara
Menkominfo,Rudiantara menerima buku yang diterbitkan oleh Vanaya Coaching Institute dan komunitas Coachnesia berjudul “33 Inspirasi Coaching Untuk Indonesia”.

Pemerintah mengharapkan dalam kesempatan ini, masyarakat dapat memaknai Harkitnas ke-109 dengan terus meningkatkan kompetensi dan terus menjalankan prinsip-prinsip baik dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Rudiantara membuka sambutan awal acara berpesan agar sosial media dimanfaatkan agar kita bisa menjaga hubungan sosial antar semua. Simbol kolaborasi dan harmonisasi kemajemukan bangsa Indonesia ditampilkan dengan bermain bersama lagu-lagu nasional dan populer dengan 1.500 angklung dengan beragam nada.

Seusai acara, Rudiantara berbaur dan berfoto bersama warga di sekitar area CFD serta menerima sebuah buku yang diterbitkan oleh Vanaya Coaching Institute dan komunitas Coachnesia berjudul “33 Inspirasi Coaching Untuk Indonesia”. Rudiantara berpesan meski kita memiliki banyak pandangan yang berbeda, sebaiknya kita bersama mencari persamaan dalam masyarakat untuk mencapai cita-cita Kebangkitan Nasional.

Rudiantara angklung
Suasana Menkominfo berbaur dengan penonton bermain angklung bersama. Angklung disebar hingga sebanyak 1.500 buah dan dimainkan secara bersama-sama secara harmoni.

www.vanaya.co.id