Pentingnya Peran Coach dalam Keberagaman Bangsa

Sandiaga Uno 2

Vanaya.co.id.Kehadiran para coach dalam kehidupan berbangsa  sangat dibutuhkan. Terlebih Indonesia sangat  multikultur sehingga harus ada orang-orang yang  memiliki kemampuan coaching state dalam memahmi perbedaan.

Mengacu penelitian Cristian Deszö dari Universitas Maryland dan David Ross dari Universitas Columbia melakukan dari sebuah riset tentang bagaimana efek diversitas gender dalam jajaran manajemen puncak dari perusahaan top yang tercatat dalam Standard & Poor’s Compsite 1500.

Deszö dan Ross melakukan kajian terlebih dahulu tentang ukuran dan komposisi gender dalam jajaran manajemen puncak di perusahaan tersebut dari tahun 1992 hingga 2006.

Studi dengan organisasi sebagai unit of analysis ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan representasi wanita dalam jajaran manajemen puncak, rata-rata akan menyebabkan kenaikan firm value sebesar $ 42 Juta.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan kajian terhadap intensitas inovasi yang diukur melalui rasio beban research and development terhadap total aset. Hasilnya, perusahaan yang berinovasi akan mendapatkan keuntungan finansial yang lebih besar jika terdapat wanita dalam jajaran manajemen puncaknya. Kacamata diversitas menciptakan inovasi-inovasi bukan semata dari pendekatan gender.

Richard Freeman, seorang profesor di Universitas Harvard, bersama dengan Wei Huang, seorang kandidat doktor melakukan kajian terhadap penulis dari 1.5 juta karya tulis ilmiah yang ditulis dari tahun 1985 hingga 2008 menggunakan Thomson Reuter’s Web.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa karya tulis yang dibuat oleh kelompok yang memiliki diversitas mendapatkan lebih banyak sitasi dan memiliki impact faktor yang lebih tinggi dibandingkan dengan karya tulis yang dibuat oleh kelompok penulis dengan etnis yang sama.

“Kita harus bersatu kembali dan memastikan bahwa  kita dapat maju dan berkembang. Jadi para coaches  memiliki tanggung jawab selain menyebar optimis dan  positif juga harus memastikan persatuan kita dalam  keberagaman” ujar Sandiaga S Uno, Wakil Gubernur Terpilih Provinsi DKI Jakarta.

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno menyampaikan pernyataan hal ini di acara halal bihalal bersama komunitas para coach lulusan Vanaya Coaching Institute yang tergabung dengan nama Coachnesia, Sabtu (15/7). Hadir juga Founder dan Board of Director Vanaya Coaching Institue, hadir diantaranya Lyra Puspa, Ananta Dewandhono dan Sonny B. Sofjan.

Lyra Puspa, Master Coach yang juga Founder dan  President Vanaya Coaching Institute menjelaskan  peran Vanaya Coaching Institute dalam menghasilkan coach yang tersertifikasi standar global. Melalui skill yang dimiliki, menurutnya coach sangat berperan dalam kemajuan bangsa .

Lyra dalam analisisnya yang telah dipublikasi di sejumlah media nasional mengatakan, justru ketika kita  terbuka untuk memahami perbedaan maka kita bisa meresponnya sebagai novelty (hal baru) yang disikapi  dengan rasa ingin tahu. Change agility aka menciptakan pola baru dalam otak kita. Inilah memunculan “embrio” otak yang inovatif.

(Baca juga : Tahan Banting Menghadapi Disruption)

“Ini bagaimana kita merespon positif perbedaan,”  kata Lyra yang juga Kandidat PhD Applied  Neuroscience in Psychology pada Canterbury University, UK ini.

Pendekatan ini dipakai dalam pengembangan SDM  organisasi lewat metode coaching (neurocoaching).Para pemimpin organisasi diwajibkan memiliki disiplin coaching state, adalah sikap tidak  menghakimi terhadap manusia dan menganggap semua manusia punya potensi yang luar biasa.

Willy Saelan selaku HR Director PT Unilever Indonesia Tbk menuturkan bahwa dirinya sering melihat salah kaprah mengenai coaching, dimana ketika mereka telah 5 tahun atau 10 tahun di perusahaan maka mereka akan menjadi coach, dan melakukan coaching, tanpa mengetahui bahwa apa yang dilakukan.

Padahal menurutnya, perusahan tersebut belum tahu, apakah menjalankan mentoring, pitching, atau sekedar helping. Willy menuturkan itu adalah kesalahan konsep yang paling banyak ditemukan di korporasi saat ini. Mereka menduga menerapkan
coaching setiap hari padahal belum tentu.

Menurut Willy, Vanaya Coaching Institute lembaga coaching yang paling disiplin dan konsisten  menerapkan prinsip-prinsip coaching. “Maka dari itu saya telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program sekolah coaching di Vanaya Coaching Institute selanjutnya” papar Willy, diikuti tepuk tangan dan tawa dari para coach yang hadir.

Mengacu data Internasional Coaching Federation (ICF) coaching meningkatkan performa kerja hingga 70%, meningkatkan manajemen bisnis 61%, meningkatkan manajamen waktu 57% dan meningkatkan efektivitas tim hingga 51%. 

Kesimpulan pembedanya dapat Anda rasakan dari kalimat ini : “Seorang coach memiliki beberapa pertanyaan besar untuk jawaban Anda, sedangkan seorang mentor memiliki beberapa jawaban yang besar untuk pertanyaan Anda.”

Apakah artikel ini cukup membantu menjelaskan perbedaan coaching dan mentoring? Ingin tahu lebih lanjut tentang coachingIngin tahu lebih tentang Vanaya Coaching Institute

www.vanaya.co.id